Sabtu dan Minggu seperti biasa, saya pulang ke Jakarta, disana kebetulan rumah orang tua saya, seperti biasa pula biasanya kami ngoprek motor tua yang disebut sebagai Honda CB 200, Motor ini memang tua, dan juga disinyalir sebagai penyebab ayah saya jatuh sakit (motor kesayangan, sehingga mengorbankan kesehatan orang tua). Memang dari segi tampilan motor tua ini memang biasa saja, namun lihatlah bagian mesinnya, twin engine dengan kapasitas masing-masing 100 cc.

Photo 1. Mesin CB 200, Twin Engine
Beberapa hari kemarin juga kami mencari dinamo stater untuk motor ini. Konon katanya sulit untuk mencari yang baru sehingga kami berkeliling untuk mencari yang bekas (motor yang satu ini ngak punya dinamo stater alias kopong cuman ada rumahnya doank). Untuk Karburator kebetulan dibuat 2 become 1, agar suara lebih halus, korekan mesin dipercaya pada mas Indri, sepupu jauh bersama dengan om Agus paman sendiri bantu oprek bersama.

Photo 2. Karburator 2 become 1
Sangking sulitnya mencari dinamo stater akhirnya kami dapat juga dengan harga yang cukup bersaing (mau ngak mau ditawar dikit biar mau
, habis barangnya langka abis ). Sempat berkunjung ke beberapa tempat di Jakarta, Bogor hingga Bandung, bahkan sempat cari sampai Surabaya.

Photo 3. Kenalpot Dual
Akhirnya kemarin oprekan benar2 menghasilkan sesuatu, pemasangan dinamo berhasil menghidupkan kembali stater motor ini. Beberapa kali di coba satater ini dan, Dusssssssshhhhhh!!!! bau gosong pun tercium, waduh ternyata gulungannya kebakar, wah jadi harus gulung lagi. Ujung-ujungnya hari itu oprekan diakhiri dengan mencabut dinamo untuk digulung ulang oleh mas Indri. Ck Ck Ck parah banget kayaknya ….
Komentar Terakhir