Neeez baru mengerti, apa yang neeez lalui selama ini.
Begini ceritanya.
Ketika kecil dulu neeez hanyalah anak mama. Manja dan takut ditinggal itulah neeez. Ketika itu neeez sangat senang bermain tetapi neeez tidak pandai bergaul dan berbaur. Mungkin ini yang dulu mama neeez ajarkan kepada neeez untuk tidak mempercayai orang asing dan terbawa sampai neeez masih dibangku sekolah. Ketika itu neeez sangat iri kepada teman-teman neeez karena mereka dapat berteman dengan baik. Walau neeez mencoba untuk mendekati teman-teman namun banyak diantaranya melihat neeez hanya dari sebelah mata. Why? apakah neeez tidak pandai bergaul, membual, berbohong dan tersenyum palsu?
Neeez sudah beranjak dewasa dan duduk dibangku kuliah. Neeez terlalu diajari untuk menjadi seorang individualis dimana neeez telah diajari menjadi seperti itu selama hampir 10 tahun. ketika itu neeez selalu tidak setuju dengan berbagai hal, memikirkan banyak prinsip yang sangat muluk muluk yang hanya terjadi dikepala neeez. Dan beranggapan bahwa neeez bisa diterima oleh orang lain dengan menjadi pribadi yang menyenangkan.
Saat ini neeez menjadi lebih skeptis dengan melihat banyak orang yang memasang topeng untuk mencari makan. Neeez rasa ini tidak adil sama sekali, banyak orang yang willing untuk strugle dengan lebih baik lagi ketimbang mereka yang bisa sukses karena pengaruh dan topeng.
I dislike This. and I just Knew it.
Kata Mereka dan Anda